Risiko Tinggi Mengintai Gedung Bertingkat

No Comments

Foto: Santa/pasangmata.com

Bekerja adalah kegiatan lazim yang dilakukan oleh setiap orang sebagai salah satu kegiatan rutin setiap harinya. Dewasa ini pekerjaan banyak dilakukan di dalam gedung tinggi dan bertingkat, di Jakarta sendiri mayoritas pekerja bekerja di gedung perkantoran. Menurut data PemProv DKI Jakarta Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2015 tercatat 5,09 juta orang, bertambah sekitar 28,74 ribu orang dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2014 sebesar 5,06 juta orang (meningkat 0,57 persen). Besarnya angka pekerja ini berbanding lurus dengan banyaknya gedung bertingkat yang berdiri di DKI Jakarta yaitu kurang lebih sejumlah 700 gedung bertingkat. Namun, Keselamatan gedung bertingkat itu sendiri belum menarik perhatian pengembang dan pemilik gedung terebut. Kejadian-kejadian kecelakaan pada gedung bertingkat belakangan ini kerap terjadi seperti kejadian kebakaran pada bulan November 2016 yaitu pada Gedung Neo-Soho Jakarta Barat, kebakaran juga melanda Gedung Swiss-Belhotel di Jalan Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara mengakibatkan dua orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka. Mereka menjadi korban kerena terjebak di lantai 23 saat kebakaran melanda (Okezone, 2016).

Kejadian kebakaran juga dialami oleh gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kebakaran menghanguskan gedung ini yang diduga akibat ledakan tabung gas di lantai 14 dua orang mengalami luka-luka (Liputan6.com, 2015). Selain gedung gedung diatas kebakaran juga terjadi pada gedung pemerintahan seperti yang terjadi pada gedung Sekertariat Negara pada bulan  Maret 2013 yang berasal dari lantai 3 gedung Sekertariat Negara, kebakaran menghanguskan lantai 3 dan beberapa kerusakan di lantai dua (Tempo, 2013).

Selain kejadian kebakaran pada gedung bertingkat, beberapa kejadian lain juga mewarnai kegagalan sistem keselamatan dan kesehatan kerja gedung bertingkat. Kejadian seperti lift jatuh juga beberapa kali mewarnai berita pagi. Masih ingatkah dengan kejadian lift jatuh pada Desember 2015 di kompleks perkantoran Arcadia. Sebuah lift di Tower B Gedung Nestle jatuh dan menelan korban jiwa. “Kami menyayangkan ada insiden ini, tadi pagi lift penumpang di gedung kami jatuh. Ada 3 orang di dalamnya. Dua karyawan Nestle dan 1 kontraktor kami dibawa ke rumah sakit terdekat. Berita duka 2 karyawan kami meninggal dunia,” ujar Vice President Head of Corporate Communication PT Nestle Indonesia Nur Shila Chirstianto (liputan6.com, 2015). Selanjutnya, kecelakaan lift juga terjadi pada apartemen Taman Kemayoran Condominium. Lift apartemen tersebut terjun bebas dari lantai 6 ke lantai dasar, Rabu 30 September 2015. Akibatnya, 9 penghuni apartemen menderita patah tulang dan dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran. (liputan6.com, 2015).

Beberapa hal tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada perkantoran juga masih minim dijalankan seperti pengecekan kesehatan pekerja, pengecekan lingkungan kerja, ergonomi dan pengendalian keadaan darurat. Menurut perundangan Kementrian Kesehatan Terbaru yaitu PERMENKES No. 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran pada pasal 2 dijelaskan bahwa setiap pimpinan gedung/ kantor wajib melaksanakan K3 perkantoran. Hal ini juga seiring dengan adanya PERGUB DKI Nomor 2000 Tahun 2015 tentang persyaratan teknis akses pemadam kebakaran yaitu pada pasal 5 bahwa setiap bangunan gedung wajib dilengkapi dengan akses pemadam kebakaran.

Adanya banyak kecelakan yang terjadi belakangan ini membuat kita perlu berbenah untuk menyesuaikan standar nasional dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada gedung/ perkantoran. Beberapa peraturan diatas mewajibkan setiap pemilik gedung untuk melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perkantoran.

-m. arief-

About us

Robere & Associates offers a selection of management training courses and programs to fit varying needs.

No Comments
 

Leave a Comment