Robere &  Associates

enid

PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO

page-title

Risiko merupakan suatu ketidakpastian yang dapat berdampak terhadap sasaran yang telah ditetapkan. Sehingga risiko harus dikelola dengan baik oleh sumber daya manusia yang berkompeten. Dengan dasar tersebut, perusahaan atau organisasi akan mengelola risiko perusahaan dengan baik agar sasaran perusahaannya tercapai. Hampir secara keseluruhan, perusahaan atau organisasi akan menyediakan pekerja yang memiliki kompetensi spesifik terkait dengan pengelolaan risiko. Karena tidak dapat dipungkiri, kompetensi terkait risiko perlu dipelajari secara detail dan mendalam agar proses identifikasi, penilaian hingga penentuan mitigasi risiko menjadi lebih optimal.

Peran dari pekerja sebagai sumber daya manusia yang melakukan proses bisnis di perusahaan atau organisasi sangat erat kaitannya dalam keberhasilan pengelolaan risiko. Seperti yang kita ketahui, semakin tingginya kesadaran pekerja dalam mengelola risiko yang dihadapi, maka semakin baik implementasi manajemen risiko perusahaan tersebut serta meningkatkan peluang sasaran perusahaan dapat tercapai.  Bentuk kesadaran yang dimiliki pekerja adalah dengan menunjukan sifat proaktif terhadap risiko yang ada, baik itu berupa akurasi persepsi terhadap risiko maupun metode yang digunakan dalam merespon risiko. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kualifikasi dan kompetensi untuk setiap sumber daya manusia yang akan mengelola risiko.

Salah satu prinsip pada standar ISO 31000:2018 mengatakan bahwa “Budaya dan Perilaku Manusia sangat mempengaruhi penerapan seluruh aspek Manajemen Risiko”. Dari kutipan tersebut, sangat jelas bahwa faktor Human and Cultural sangat penting untuk diperhatikan dalam keberhasilan impelementasi pengelolaan risiko di perusahaan atau organisasi. Untuk memastikan bahwa sumber daya manusia di dalam suatu perusahaan memahami dan memiliki kesadaran terkait Manajemen Risiko perlu dilakukan evaluasi kualifikasi dan kompetensi. Evaluasi terkait kualifikasi dilakukan untuk menganalisa apakah sumber daya manusia yang mengelola risiko tersebut telah sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan atau tidak. Sedangkan, untuk evaluasi terkait kompetensi dilakukan untuk menganalisa apakah sumber daya manusia telah dibekali pemahaman terkait Manajemen Risiko atau tidak.

Pelaksanaan evaluasi kualifikasi dapat mempertimbangkan beberapa hal, seperti :

  1. Latar Belakang Pendidikan
  2. Pengalaman Kerja
  3. Masa Kerja di Perusahaan
  4. Keahlian terkait posisi yang ditempati

Dan untuk pelaksanaan evaluasi kompetensi, dapat mengacu kepada riwayat pelatihan manajemen risiko yang telah diikuti oleh pekerja di perusahaan atau organisaisi tersebut.

Apabila dari hasil evaluasi kualifikasi atau kompetensi ditemukan gap dari standar perusahaan, maka perusahaan wajib merencanakan pemenuhan untuk meningkatkan kualifikasi atau kompetensi sumber daya manusia tersebut. Salah satu contoh adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Engineering, Procurement & Construction (EPC) mendapatkan proyek konstruksi di perusahaan oil & gas. Terkait dengan proyek tersebut, perusahaan perlu melakukan evaluasi, apakah telah tersedia pekerja yang memiliki kompetensi untuk melakukan identifikasi risiko hingga penentuan mitigasi risiko yang timbul dari pelaksanaan proyek tersebut. Apabila belum tersedia, perusahaan dapat merekrut pekerja yang berkompeten dan berpengalaman atau menunjuk salah satu pekerja untuk mendapatkan pelatihan terkait pengelolaan risiko di bidang oil & gas.

Banyak hal yang dapat dilakukan terkait peningkatan kompetensi pengelolaan risiko, seperti mengikuti pelatihan sertifikasi keahlian manajemen risiko, mengambil pendidikan di bidang manejemen risiko, studi banding hingga benchmarking. Apabila manajemen risiko telah terimplementasi dengan baik, maka kemungkinan timbulnya permasalahan akan sangat kecil. Oleh sebab itu, implementasi pengelolaan risiko perlu dibangun secara sistematis dan terintegrasi hingga menjadi budaya perusahaan oleh sumber daya manusia yang berkompeten dan memiliki integritas yang tinggi.

 

Hilman Badhi Adikara
Consultant at Robere & Associates (Indonesia)

www.robere.co.id