Disaster Recovery Plan (DRP) TI

Keberlangsungan layanan TI menjadi faktor penting dalam menjaga operasional organisasi di era digital. Gangguan seperti serangan siber, kegagalan infrastruktur, kesalahan manusia, maupun bencana dapat menyebabkan terhentinya layanan dan mengganggu aktivitas bisnis. Untuk meminimalkan dampak tersebut, organisasi memerlukan Disaster Recovery Plan (DRP) yang terstruktur agar sistem dan layanan TI kritis dapat dipulihkan secara cepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Layanan pendampingan implementasi Disaster Recovery Plan (DRP) TI dari Robere & Associates (Indonesia) membantu organisasi merancang, mengembangkan, mengimplementasikan, dan meningkatkan kapabilitas pemulihan layanan TI secara berkelanjutan. Melalui pendekatan yang praktis, berbasis risiko, dan berorientasi pada kebutuhan bisnis, kami membantu organisasi menyusun strategi pemulihan, menetapkan target pemulihan, mengembangkan prosedur operasional, mendefinisikan peran dan tanggung jawab, serta mengintegrasikan DRP ke dalam strategi ketahanan operasional organisasi. Lebih dari sekadar menyusun dokumen, kami membantu organisasi membangun kapabilitas pemulihan layanan TI yang mendukung keberlangsungan bisnis dan meningkatkan ketahanan digital.

IT DRP

Mengapa Disaster Recovery Plan (DRP) TI Penting?

Disaster Recovery Plan (DRP) TI membantu organisasi memastikan layanan TI kritis dapat dipulihkan secara efektif, meminimalkan gangguan operasional, dan memperkuat ketahanan bisnis.

Pemulihan Layanan TI

Memastikan layanan dan sistem TI kritis dapat dipulihkan secara tepat waktu.

Keberlangsungan Operasional

Mengurangi dampak gangguan melalui strategi pemulihan yang terstruktur.

Ketahanan Organisasi

Meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi gangguan terhadap layanan TI.

Ruang Lingkup Layanan

Pendampingan implementasi Disaster Recovery Plan (DRP) TI tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen pemulihan. Layanan kami membantu organisasi membangun tata kelola, strategi pemulihan, prosedur operasional, serta mekanisme peningkatan berkelanjutan agar layanan TI kritis dapat dipulihkan secara efektif ketika terjadi gangguan.

Mengevaluasi kesiapan organisasi dalam memulihkan layanan dan sistem TI.

Menyusun strategi pemulihan berdasarkan prioritas bisnis dan tingkat risiko.

Mengembangkan DRP, prosedur pemulihan, serta peran dan tanggung jawab yang jelas.

Menentukan dan memvalidasi Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO).

Mendukung penerapan, pemeliharaan, dan peningkatan Disaster Recovery Plan secara berkelanjutan.

Why Robere

Mengapa Robere & Associates (Indonesia)?

Disaster Recovery Plan yang efektif bukan hanya berupa dokumen, tetapi merupakan kapabilitas organisasi untuk memulihkan layanan TI secara cepat dan terkoordinasi ketika terjadi gangguan. Robere & Associates (Indonesia) membantu organisasi membangun kapabilitas tersebut melalui pendekatan yang praktis, terukur, dan selaras dengan kebutuhan bisnis sehingga strategi pemulihan dapat diimplementasikan secara efektif.

Didukung oleh pengalaman di bidang Business Continuity, Disaster Recovery, tata kelola TI, keamanan siber, dan manajemen risiko, tim konsultan kami memberikan layanan pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik setiap organisasi. Pendekatan kami memastikan bahwa implementasi DRP tidak hanya memperkuat kesiapan pemulihan layanan TI, tetapi juga meningkatkan ketahanan operasional, mendukung keberlangsungan bisnis, dan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.

Robere & Associates (Indonesia) terdaftar di ASPI dan terverifikasi oleh BSSN, menegaskan kredibilitas kami sebagai penyedia terpercaya layanan Audit TI dan Penetration Testing.

Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)

Terdaftar di ASPI sebagai penyedia resmi Layanan Audit TI (Sek.ASPI/STT/061/X/2026)
dan Layanan Penetration Testing (Sek.ASPI/STT/039/X/2025).

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Terverifikasi oleh BSSN
Ref. No. SMPI.LK.15/BSSN/D1/PS.02.01/06/2025

Tantangan Bisnis yang Kami Bantu Selesaikan

Banyak organisasi sangat bergantung pada teknologi, namun belum memiliki kemampuan pemulihan yang terstruktur ketika terjadi gangguan terhadap layanan TI. Layanan pendampingan implementasi Disaster Recovery Plan (DRP) TI membantu organisasi membangun strategi pemulihan yang efektif, meningkatkan kesiapan operasional, serta memastikan layanan TI kritis dapat dipulihkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Belum Memiliki DRP yang Terstruktur

Organisasi belum memiliki rencana pemulihan layanan TI yang terdokumentasi dengan baik.

Prioritas Pemulihan Belum Jelas

Sistem kritis dan target pemulihan belum ditetapkan secara tepat.

Kapabilitas Pemulihan Masih Terbatas

Organisasi belum siap memulihkan layanan TI secara efektif ketika terjadi gangguan.

Tata Kelola Pemulihan Belum Memadai

Peran, tanggung jawab, dan prosedur pemulihan belum didefinisikan dengan jelas.

Keberlangsungan Operasional Berisiko

Gangguan layanan TI dapat menghambat aktivitas bisnis.

Ketahanan Organisasi Perlu Ditingkatkan

Organisasi memerlukan kapabilitas pemulihan yang lebih kuat untuk menghadapi gangguan di masa depan.

Halo, Robere!