Pengetahuan

Seberapa Penting ISO/IEC 25001 bagi Kualitas Sistem dan Perangkat Lunak?

Ketergantungan perusahaan terhadap sistem dan perangkat lunak terus meningkat. Aktivitas operasional, pelayanan pelanggan, pengelolaan data, transaksi, hingga pengambilan keputusan kini banyak bergantung pada aplikasi dan sistem digital.

Dalam kondisi tersebut, kualitas software bukan lagi sekadar persoalan teknis bagi tim IT. Gangguan sistem, performa yang buruk, kesalahan fungsi, atau software yang sulit dipelihara dapat berdampak langsung pada operasional dan pengalaman pelanggan.

Karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur untuk mengelola persyaratan kualitas dan evaluasi kualitas sistem serta produk perangkat lunak. Salah satu standar yang dapat mendukung kebutuhan tersebut adalah ISO/IEC 25001.


Apa yang Dimaksud dengan ISO/IEC 25001?

ISO/IEC 25001 merupakan bagian dari keluarga standar ISO/IEC 25000 SQuaRE (Systems and software Quality Requirements and Evaluation).

ISO/IEC 25001 secara khusus berfokus pada perencanaan dan pengelolaan aktivitas yang berkaitan dengan penetapan persyaratan kualitas serta evaluasi kualitas sistem dan produk perangkat lunak.

Artinya, standar ini tidak sekadar membahas apakah sebuah software memiliki kualitas yang baik atau buruk. Fokusnya adalah bagaimana organisasi merencanakan, mengelola, dan menjalankan aktivitas quality requirements dan quality evaluation secara sistematis.

Hal ini menjadi semakin relevan ketika software memiliki peran penting dalam proses bisnis perusahaan.

Mengapa Kualitas Software Penting bagi Perusahaan?

Pentingnya ISO/IEC 25001 untuk kualitas sistem dan perangkat lunak

Perusahaan mungkin memiliki sistem yang canggih, tetapi teknologi tersebut tidak otomatis memberikan manfaat apabila kualitasnya tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pengguna.

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki aplikasi customer portal yang sering mengalami gangguan. Secara teknologi, aplikasi tersebut mungkin menggunakan infrastruktur modern. Namun bagi pelanggan, pengalaman yang dihasilkan tetap buruk.

Hal yang sama dapat terjadi pada sistem internal. Software yang lambat, tidak reliable, sulit diintegrasikan, atau tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna dapat menyebabkan pekerjaan menjadi tidak efisien.

Beberapa dampaknya antara lain:

  • meningkatnya operational downtime;
  • bertambahnya biaya maintenance;
  • meningkatnya kebutuhan rework;
  • menurunnya produktivitas pengguna;
  • terganggunya proses bisnis;
  • menurunnya customer experience; dan
  • meningkatnya risiko kegagalan sistem.

Karena itu, kualitas software perlu dipandang sebagai bagian dari business performance, bukan hanya sebagai indikator teknis.

Seberapa Penting ISO/IEC 25001?

Tidak semua perusahaan memiliki kebutuhan yang sama terhadap ISO/IEC 25001. Namun, semakin besar ketergantungan organisasi terhadap sistem dan software, semakin penting pula pendekatan yang terstruktur dalam mengelola kualitasnya.

Ada beberapa alasan mengapa ISO/IEC 25001 dapat menjadi relevan.

1. Membantu Menjadikan Kualitas sebagai Bagian dari Perencanaan

Kualitas software sebaiknya tidak baru dipikirkan setelah sistem selesai dikembangkan.

Persyaratan kualitas perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan. Dengan pendekatan yang terstruktur, organisasi dapat lebih jelas dalam menentukan kebutuhan kualitas yang ingin dicapai dan bagaimana kebutuhan tersebut akan dievaluasi.

Dengan demikian, kualitas menjadi bagian dari proses pengembangan dan pengelolaan software, bukan sekadar pemeriksaan di akhir.

2. Membantu Mengelola Quality Requirements

Salah satu tantangan dalam pengembangan sistem adalah menerjemahkan kebutuhan bisnis dan pengguna menjadi persyaratan kualitas yang jelas.

Pengguna mungkin mengatakan bahwa sistem harus “mudah digunakan”, “cepat”, atau “aman”. Namun, kebutuhan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam persyaratan dan pendekatan evaluasi yang lebih terstruktur.

Pengelolaan quality requirements membantu organisasi memiliki dasar yang lebih jelas untuk menilai apakah sistem yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan yang ditetapkan.

3. Mendukung Evaluasi Kualitas yang Lebih Sistematis

Evaluasi kualitas tidak seharusnya hanya bergantung pada persepsi pengguna atau hasil pengujian tertentu.

Organisasi membutuhkan pendekatan yang sistematis untuk merencanakan dan mengelola aktivitas evaluasi sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Hal ini sangat penting bagi software yang digunakan untuk mendukung proses bisnis kritikal.

4. Membantu Mengurangi Risiko Kualitas Software

Tidak semua masalah software dapat dihindari. Namun, pendekatan quality management yang lebih terstruktur dapat membantu organisasi mengidentifikasi dan menangani kebutuhan kualitas sejak awal.

Semakin awal masalah kualitas ditemukan, semakin besar peluang perusahaan untuk melakukan perbaikan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

5. Mendukung Konsistensi dalam Pengelolaan Kualitas

Perusahaan yang mengembangkan banyak aplikasi atau bekerja dengan berbagai vendor software dapat menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas.

Pendekatan yang terstruktur dapat membantu organisasi memiliki cara yang lebih konsisten dalam menentukan kebutuhan kualitas dan melakukan evaluasi terhadap sistem maupun produk software.

ISO/IEC 25001 dan Transformasi Digital

Transformasi digital sering kali identik dengan implementasi teknologi baru. Namun, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh apakah perusahaan telah menggunakan cloud, artificial intelligence, enterprise applications, mobile applications, atau teknologi lainnya.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: Apakah teknologi tersebut benar-benar bekerja dengan baik dan mampu memberikan nilai bagi organisasi?

Di sinilah kualitas sistem menjadi penting. Karena perusahaan dapat memiliki tingkat digital maturity yang tinggi dari sisi strategi dan teknologi, tetapi tetap menghadapi masalah apabila sistem yang digunakan tidak reliable, tidak memenuhi kebutuhan pengguna, atau tidak memiliki mekanisme evaluasi kualitas yang memadai.

Karena itu, software quality dapat menjadi salah satu bagian penting dari keberhasilan transformasi digital. Digitalisasi yang baik bukan hanya tentang memiliki lebih banyak sistem, tetapi tentang memastikan sistem tersebut mampu mendukung proses dan tujuan bisnis secara efektif.

Hubungan ISO/IEC 25001 dengan ISO/IEC 25010

Ketika membahas ISO/IEC 25001, penting untuk memahami hubungannya dengan standar lain dalam keluarga SQuaRE, khususnya ISO/IEC 25010. Secara sederhana, ISO/IEC 25001 berfokus pada planning and management untuk aktivitas quality requirements dan evaluation. Sementara itu, ISO/IEC 25010 menyediakan quality models yang digunakan untuk membantu memahami karakteristik kualitas sistem dan perangkat lunak.

Dengan demikian, keduanya memiliki fungsi yang berbeda tetapi dapat saling melengkapi dalam pengelolaan kualitas. Perusahaan tidak seharusnya melihat standar-standar tersebut sebagai dokumen yang berdiri sendiri. Keluarga SQuaRE dirancang sebagai kumpulan standar yang saling berhubungan untuk mendukung persyaratan, pengukuran, dan evaluasi kualitas sistem dan perangkat lunak.

Siapa yang Perlu Mempertimbangkan ISO/IEC 25001?

ISO/IEC 25001 dapat menjadi semakin relevan bagi organisasi yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sistem dan perangkat lunak. Misalnya:

Perusahaan Pengembang Software

Organisasi yang mengembangkan software sendiri membutuhkan pendekatan yang sistematis untuk mengelola kebutuhan dan evaluasi kualitas produk yang dikembangkan.

Perusahaan dengan Sistem Digital Kritis

Organisasi yang sangat bergantung pada aplikasi atau sistem tertentu perlu memberikan perhatian lebih terhadap kualitas karena kegagalan sistem dapat langsung memengaruhi proses bisnis.

Organisasi dengan Banyak Sistem Terintegrasi

Semakin banyak sistem yang saling terhubung, semakin penting kemampuan organisasi untuk memastikan kualitas dan kebutuhan setiap sistem dapat dikelola dengan baik.

Perusahaan yang Bekerja dengan Software Vendor

Organisasi juga dapat membutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur ketika menentukan quality requirements dan mengevaluasi produk software yang dikembangkan atau disediakan oleh pihak eksternal.

Organisasi yang Sedang Melakukan Transformasi Digital

Ketika perusahaan melakukan investasi digital dalam skala besar, quality management terhadap sistem dan software menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar investasi tersebut benar-benar menghasilkan nilai.

Apakah Semua Perusahaan Harus Menggunakan ISO/IEC 25001?

Tidak selalu. Penerapan sebuah standar perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kompleksitas, risiko, dan konteks organisasi.

Perusahaan kecil dengan ketergantungan software yang relatif sederhana tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan perusahaan yang mengelola platform digital berskala besar atau sistem yang sangat kritikal terhadap operasional. Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan:

“Apakah perusahaan harus menggunakan ISO/IEC 25001?”

melainkan:

“Seberapa penting pengelolaan quality requirements dan evaluasi software bagi bisnis kami?”

Semakin besar dampak kualitas software terhadap operasional, pelanggan, keamanan, dan keberlangsungan bisnis, semakin relevan kebutuhan akan pendekatan yang sistematis.

Apa Manfaat Pendekatan ISO/IEC 25001 bagi Organisasi?

Ketika diterapkan sesuai kebutuhan organisasi, pendekatan yang selaras dengan ISO/IEC 25001 dapat membantu perusahaan:

  • mengelola quality requirements secara lebih terstruktur;
  • merencanakan aktivitas evaluasi kualitas;
  • meningkatkan konsistensi proses quality evaluation;
  • mendukung pengambilan keputusan terkait kualitas software;
  • mengidentifikasi kebutuhan improvement;
  • mengurangi risiko yang berkaitan dengan kualitas sistem; dan
  • menyelaraskan pengelolaan kualitas software dengan kebutuhan bisnis.

Namun, manfaat tersebut tidak berasal hanya dari “memiliki sertifikat” atau dokumen standar. Nilai utamanya terletak pada bagaimana prinsip dan pendekatan tersebut benar-benar diterapkan dalam proses organisasi.

ISO/IEC 25001 sebagai Bagian dari Software Quality Management

Kualitas software tidak terbentuk dalam satu tahap. Ini merupakan hasil dari bagaimana organisasi memahami kebutuhan, menetapkan persyaratan, merencanakan evaluasi, melakukan pengukuran, menganalisis hasil, dan melakukan improvement.

Karena itu, organisasi perlu melihat software quality sebagai sebuah proses yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan perusahaan yang semakin digital. Ketika software terus berkembang, quality requirements dan metode evaluasinya juga perlu ditinjau kembali sesuai perubahan kebutuhan bisnis dan pengguna.

Kesimpulan

ISO/IEC 25001 penting terutama bagi organisasi yang memiliki ketergantungan signifikan terhadap sistem dan perangkat lunak. Standar ini memberikan fokus pada planning and management untuk aktivitas penetapan persyaratan kualitas dan evaluasi kualitas sistem serta produk perangkat lunak.

Nilainya bukan sekadar pada penggunaan sebuah standar, tetapi pada kemampuan organisasi untuk mengelola kualitas software secara lebih terstruktur dan menghubungkannya dengan kebutuhan bisnis. Di tengah meningkatnya transformasi digital, kualitas sistem dan perangkat lunak menjadi semakin strategis. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki teknologi, tetapi juga perlu memastikan bahwa teknologi tersebut dapat bekerja secara efektif, memenuhi kebutuhan pengguna, dan memberikan nilai bagi bisnis.

Karena itu, ISO/IEC 25001 dapat menjadi salah satu referensi penting bagi organisasi yang ingin membangun pendekatan yang lebih sistematis terhadap software quality requirements dan evaluation.


FAQ

Apa itu ISO/IEC 25001?

ISO/IEC 25001 adalah standar dalam keluarga SQuaRE yang berfokus pada perencanaan dan pengelolaan aktivitas terkait persyaratan kualitas serta evaluasi kualitas sistem dan produk perangkat lunak.

Mengapa ISO/IEC 25001 penting?

ISO/IEC 25001 dapat membantu organisasi mengelola quality requirements dan aktivitas evaluasi kualitas secara lebih terstruktur, terutama ketika sistem dan software memiliki peran penting dalam bisnis.

Apakah ISO/IEC 25001 hanya untuk perusahaan software?

Tidak. Standar ini dapat relevan bagi berbagai organisasi yang mengembangkan, menggunakan, mengelola, atau bergantung pada sistem dan perangkat lunak sebagai bagian penting dari proses bisnisnya.

Apa hubungan ISO/IEC 25001 dengan ISO/IEC 25010?

ISO/IEC 25001 berfokus pada planning and management untuk quality requirements dan evaluation, sedangkan ISO/IEC 25010 menyediakan model kualitas untuk sistem dan perangkat lunak. Keduanya dapat digunakan secara saling melengkapi.

Apakah ISO/IEC 25001 wajib diterapkan?

Tidak semua perusahaan membutuhkan penerapan dengan tingkat yang sama. Relevansinya perlu dilihat berdasarkan kebutuhan, kompleksitas, risiko, serta tingkat ketergantungan organisasi terhadap sistem dan perangkat lunak.

Apakah ISO/IEC 25001 berkaitan dengan transformasi digital?

Ya. Kualitas sistem dan perangkat lunak merupakan salah satu aspek penting dalam transformasi digital karena teknologi yang digunakan harus mampu mendukung kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis secara efektif.


Pastikan Kualitas Software Mendukung Bisnis

Semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap teknologi, semakin penting pula kemampuan organisasi dalam mengelola kualitas sistem dan perangkat lunak. Robere & Associates (Indonesia) dapat membantu organisasi memahami kebutuhan quality management dan mengevaluasi pendekatan yang sesuai dengan konteks bisnis serta sistem yang digunakan.

Hubungi Robere untuk mendiskusikan kebutuhan organisasi Anda terkait ISO/IEC 25001 dan pengelolaan kualitas sistem serta perangkat lunak.

Consult with us