GRC merupakan singkatan dari Governance, Risk, and Compliance sebuah konsep yang dicetuskan pertama kali oleh Open Compliance and Ethics Group (OCEG) pada tahun 2002. GRC dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk mengintegrasikan tata kelolanya dan manajemen risiko untuk mencapai tujuan perusahaan dengan tetap menaati regulasi yang berlaku. Ketika sebuah perusahaan berhasil menerapkan GRC dalam semua lingkup dan aktivitas kerjanya, maka kinerja perusahaan akan lebih efektif, efisien, serta meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Mengenal Apa Itu IT GRC?
IT GRC merupakan bagian dari GRC dalam lingkup teknologi dan diterapkan pada divisi IT (Information Technology). Penerapan IT GRC dalam perusahaan sangatlah penting, karena saat ini hampir semua aktivitas memanfaatkan teknologi. Misalnya untuk pemasaran, komunikasi, bahkan untuk membantu proses produksi dalam industri manufaktur.
Kehadiran teknologi memang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Namun, tanpa adanya tata kelola yang baik, teknologi justru bisa menyebabkan kerugian, seperti ketika adanya serangan siber yang menyebabkan kerusakan pada sistem informasi perusahaan.
Tujuan Penerapan IT GRC dalam Perusahaan
Salah satu tujuan dari penerapan IT GRC adalah untuk mengurangi berbagai risiko berkaitan dengan IT. Selain itu, ada juga beberapa keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dengan penerapan IT GRC dalam perusahaan, yaitu:
- Memaksimalkan efisiensi kinerja divisi IT.
- Mencegah risiko tuntutan hukum akibat pelanggaran.
- Mengurangi risiko kerugian akibat serangan siber.
- Mengurangi risiko kerugian akibat human error.
- Meningkatkan reputasi perusahaan.
3 Komponen Utama dalam IT GRC
Menerapkan IT GRC dalam perusahaan bukan hal yang mudah, karena diperlukan kerja sama dari semua pihak serta teknologi yang mendukung. Dalam penerapannya, IT GRC memiliki 3 komponen utama yang harus terpenuhi, yaitu:
1. Governance (Tata Kelola)
Memastikan bahwa seluruh kebijakan serta pengambilan keputusan yang dibuat berkaitan dengan IT selaras dengan tujuan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga memiliki struktur organisasi yang jelas dan seluruh pengelolaan IT dilakukan secara profesional dan transparan.
2. Risk Management
Mengidentifikasi berbagai risiko yang mungkin terjadi dan menyusun mitigasi risiko untuk meminimalkan dampaknya. Salah satunya dengan melakukan pemantauan berkala pada seluruh jaringan dan sistem untuk mendeteksi secara dini adanya serangan dari pihak lain.
3. Compliance
Seluruh aktivitas yang dilakukan dalam tata kelola maupun manajemen risiko harus dipastikan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Penerapannya bisa dengan melakukan audit internal dan eksternal, serta melakukan berbagai sertifikasi pada perusahaan.
Teknologi Pendukung Penerapan IT GRC dalam Perusahaan
Dalam penerapan IT GRC, ada berbagai teknologi penting untuk meningkatkan efektivitasnya, yaitu:
1. Integrasi Cloud
Cloud adalah salah satu teknologi yang menjadi andalan bagi masyarakat secara umum dan juga perusahaan. Teknologi ini akan memudahkan kolaborasi kerja antarkaryawan, memudahkan akses data di mana dan kapan saja, serta membantu proses backup data saat terjadi masalah pada sistem perusahaan.
2. Big Data dan Analitik
Perusahaan dapat memanfaatkan data lampau untuk mendapatkan prediksi risiko yang mungkin terjadi di masa depan. Hal ini dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan serta pembuatan strategi untuk meminimalkan dampak risiko atau mencegah terjadinya risiko.
3. Artificial Intelligent (AI)
Artificial Intelligent (AI) merupakan teknologi yang saat ini hampir digunakan pada seluruh bidang. AI juga akan memanfaatkan seluruh data yang dimilikinya dan dijadikan sebagai dasar penilaian risiko yang mungkin terjadi. Selain itu, AI juga mampu melakukan pengawasan secara real-time dan mengambil tindakan preventif untuk mencegah terjadinya masalah, sehingga dapat mengurangi risiko kerugian yang dapat dialami perusahaan.
Sertifikasi untuk Mendukung Penerapan IT GRC
Selain didukung oleh berbagai teknologi, perusahaan juga perlu mendapatkan berbagai sertifikasi untuk mendukung penerapan IT GRC. Berikut ini adalah beberapa sertifikasi yang dibutuhkan:
- ISO/IEC 27001 Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Sertifikasi yang memastikan perusahaan memiliki pengelolaan risiko atas seluruh keamanan informasi yang dimilikinya.
- ISO/IEC 27701 Sistem Manajemen Informasi Privasi.
Merupakan perluasan dari ISO 27001 yang memastikan bahwa perusahaan menerapkan panduan serta regulasi yang berlaku dalam mengelola seluruh informasi pribadi dan data pribadi yang dimilikinya.
- ISO/IEC 20000-1 Sistem Manajemen Layanan TI.
Sertifikasi ini telah melalui beberapa revisi dan yang saat ini digunakan adalah ISO/IEC 20000:2018 yang dirilis pada 15 September 2018. Sertifikasi ini menetapkan perusahaan untuk terus meningkatkan sistem manajemen layanan TI-nya secara berkala.
- Implementasi UU PDP
UU PDP adalah Undang Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang disahkan pada 17 Oktober 2022 dan efektif berlaku penuh sejak 17 Oktober 2024. Perusahaan yang mengimplementasikan UU PDP akan menjamin bahwa tidak ada penyalahgunaan data yang dimilikinya, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan berbagai pihak terhadap perlindungan data pribadi.
- Sertifikasi DPO
Sertifikasi Data Protection Officer (DPO) atau Certified Data Protection Practitioner (CDPP) adalah sertifikasi internasional yang diberikan pada seseorang yang bertugas untuk membantu serta mengawasi implementasi UU PDP dalam perusahaan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
- Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT)
VAPT merupakan kombinasi antara analisis yang dilakukan perusahaan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan IT, serta metode untuk menguji keamanan sebuah sistem terhadap risiko.
- IT Master Plan
IT master plan adalah sebuah dokumen yang berisi perencanaan jangka panjang dalam pengembangan IT perusahaan untuk mendukung terwujudnya visi dan misi, serta tujuan perusahaan.
- IT Risk & Compliance
IT risk & compliance adalah melakukan analisis dan identifikasi untuk menilai risiko IT serta memastikan bahwa seluruh aktivitas dan kebijakan berkaitan dengan teknologi memenuhi kepatuhan regulasi yang berlaku.
Untuk memastikan bahwa IT GRC diterapkan secara tepat dan terintegrasi dengan bagian lain dalam perusahaan, Anda bisa memanfaatkan jasa konsultan dan jasa sertifikasi GRC. Dengan penerapan yang tepat, IT GRC akan memberikan dampak positif bagi perusahaan Anda dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Jika Anda ingin menerapkannya, Anda bisa menghubungi kami untuk mulai melakukan konsultasi terlebih dahulu. Tim kami akan siap membantu Anda untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan dengan penerapan IT GRC yang tepat.